Frans Selamat, Keluarga: Dia Bisa Berenang dan Sering Bicara Survival

Foto: Dok Marinir

Sleman
Salah seorang penumpang helikopter Fransiskus Subihardayan (22) ditemukan selamat setelah terapung di Danau Toba sejak Minggu (11/10/2015). Dia sudah menghubungi keluarganya di Yogyakarta. Lewat telepon singkatnya, Frans, panggilan akrab Fransiskus, langsung memanggil ibunya.

“Dia langsung memanggil ibunya, sama bilang dia baik-baik saja,” ujar paman Frans, Benny Nurbiyanto (50).

Hal ini disampaikan Benny di rumah Frans, di Kalasan, Sleman, Selasa (13/10/2015). Salah seorang keluarganya juga sedang menuju ke rumah sakit tempat Frans dirawat.

Dia berharap, kondisi Frans segera membaik. Selanjutnya jika kondisi sudah semakin baik, keluarga ingin Frans dirawat di Yogyakarta.

“Di sini agar lebih dekat dengan keluarga,” imbuhnya.

Secara singkat, Benny mengatakan bahwa Frans memang bisa berenang. Dia juga kerap memberi nasihat tentang survival.

“Kalau renang sudah pasti, keluarga besar kami semua bisa berenang,” tutur Benny.

Frans saat ini masih berada di puskesmas sekitar Danau Toba. 2 Penumpang dan 2 kru heli belum ditemukan hingga saat ini. Menurut Frans, semua melompat saat heli mengalami gangguan, Minggu (13/10).
(sip/try)

200 Tim SAR Cari Helikopter PK-BKA

warga-samosir-lihat-heli-angkasa-semesta-terbang-rendah-6QO[1]

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Tim SAR terus melakukan pencarian Helikopter PK-BKA, milik PT Penerbangan Angkasa Semesta yang hilang kontak Minggu siang, (11/10/2015).

Pencarian melibatkan TNI dari Korem Kawal Samudra dan dan personel Brimob dari Polda Sumatera Utara.

“Dalam operasi juga dibantu masyarakat setempat, pulau Samosir dan Danau Toba, total personil kurang lebih 200 orang” ujar Kepala Bidang Humas Basarnas, Zainul Thahar, Senin (12/10/2015).

Helicopter EC 130 PK BKA (ilustrasi)

Helicopter EC 130 PK BKA (ilustrasi)

‎Dalan melakukan pencarian helikopter yang di dalamnya terdapat lima awak tersebut, Tim SAR menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB). Selain memfokuskan pencarian di darat, SAR melakukan pencarian di perairan Danau Toba.

“Kita juga sudah mengerahkan RIB,” paparnya.

Pencarian yang telah dilakukan sejaka kemarin petang tersebut hingga kini belum juga membuahkan hasil. Berbekal rute Helikopter, kecepatan, serta informasi masyarakat, Helikopter jenis Eurocopter ‎EC 130 belum juga ditemukan.

“Hasil operasi sementara Helikopter PT PAS belum ditemukan,” katanya.

Helikopter tersebut EC 130 PK-BKA milik Penerbangan Angkasa Semesta rute Samosir Kualanamu. Helikopter hilang kontak sejak pukul 11.30 Wib.

Kepala Otoritas Bandara Wilayah II Medan, Herson, pada wartawan membenarkan bahwa saat ini memang ada satu unit helikopter yang hilang dari radar. Di dalam helikopter terdapat lima orang.

“Satu orang pilot, satu orang teknisi, dan tiga orang penumpang,” katanya.

http://www.tribunnews.com/nasional/2015/10/12/200-tim-sar-cari-helikopter-pk-bka

 

Nelayan Danau Toba Temukan Jok Helikopter

warga-samosir-lihat-heli-angkasa-semesta-terbang-rendah-6QO[1]

SAMOSIR – Salah satu bagian helikopter berupa jok berwarna biru ditemukan warga Desa Pangaloan, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir. Jok itu diduga kuat bagian dari helikopter milik PT Penerbangan Angkasa Semesta yang dinyatakan hilang sejak Minggu (11/10/2015).

Pihak PT Penerbangan Angkasa Semesta (PAS) memperlihatkan jok yang ditemukan warga Pangaloan, Kecamatan Nainggolan, Samosir, Sumatera Utara. (Baringin Lumban Gaol/KORAN SINDO MEDAN)

Pihak PT Penerbangan Angkasa Semesta (PAS) memperlihatkan jok yang ditemukan warga Pangaloan, Kecamatan Nainggolan, Samosir, Sumatera Utara. (Baringin Lumban Gaol/KORAN SINDO MEDAN)

Jok berwarna biru yang memiliki seri Sigma Airo Seat ditemukan oleh salah seorang nelayan Danau Toba bernama Robinson Lumbanraja. Robinson menemukan jok tersebut sekitar pukul 17.00 di tepi pantai Desa Pangaloan, Nainggolan.

Robinson mengaku sempat terkejut melihat adanya busa mengapung di danau. Kemudian dia mengambil jok tersebut dan mengantarkannya ke Kantor Koramil.

“Saya tidak tahu itu apa, namun karena saya lihat bentuknya seperti tempat duduk dan saya mengetahui adanya helikopter hilang maka saya membawa ke Kantor Koramil. Kemudian Koramil membawa saya ke posko pencarian helikopter,” terangnya kepada KORAN SINDO, Senin (12/10/2015)

Sementara itu pihak PT Penerbangan Angkasa Semesta (PAS), Hendra Leo mengatakan nomor seri khusus sesuai dengan nomor helikopter mereka yang dinyatakan hilang sejak Minggu (11/10/2015) sekitar pukul 11.40 setelah mengantarkan penumpang yang mencarter helikopter untuk pulang kampung ke kawasan Sihotang, Samosir.

“Namun demikian kami harus menyesuaikan dengan data yang kita miliki. Namun sejauh ini dari penglihatan kita sementara memang ini sesuai dengan peralatan pendukung helikopter kita,” katanya.

source: http://daerah.sindonews.com/read/1052578/191/nelayan-danau-toba-temukan-jok-helikopter-1444662149

Helikopter Angkasa Semesta Hilang Kontak di Sumut

JAKARTA – Duka kembali menyelimuti dunia penerbangan Indonesia. Sebuah helikopter EC 130 PK-BKA milik PT Penerbangan Angkasa Semesta rute Samosir Kualanamu hilang kontak, Minggu (11/10/2015).

Kabar hilang kontaknya helikopter tersebut dibenarkan Humas Kantor SAR Medan Hisar Turnip.

“Laporan pertama kami terima dari Airnav sekitar pukul 14.00. Lalu pihak penerbangannya juga sudah kami konfirmasi,” kata Humas Kantor SAR Medan Hisar Turnip saat dihubungi Sindonews, Minggu (11/10/2015).

Menurut Humas Kantor SAR Medan Hisar Turnip, pilot helikopter itu adalah Teguh Mulyatno. Sementara, teknisi bernama Hari Poerwantono.

Ketiga penumpang masing-masing Nurhayanto, Giyanto, dan Frans. “Sampai saat ini kami masih cari koordinat pasti hilang kontaknya helikopter tersebut,” kata Hisar saat dihubungi Sindonews, Minggu (11/10/2015).

Menurut dia, helikopter yang berisi dua kru dan tiga penumpang itu berangkat dari Samosir sekitar pukul 11.33 WIB. Seharusnya, tiba di Kualanamu pukul 12.45 WIB.

“Sampai sekarang belum ada kontak dari helikopter,” ujarnya.

source: http://daerah.sindonews.com/read/1052192/191/helikopter-angkasa-semesta-hilang-kontak-di-sumut-1444557961

Martin Rimbawan, Pendaki dan Pelari Lintas Gunung

Martin Rimbawan

Pada usia ke-28, Martin Rimbawan berhasil mengukuhkan diri sebagai pendaki seven summiteers. Ingin terus dekat dengan keindahan alam pegunungan, kini dia menekuni olahraga trail running atau lari lintas gunung.